Global Promote - URL Submissions and Website Translations
Google

Ingin Punya Aset??

“Sekarang, ini adalah rahasia Saya, sebuah rahasia yang
sangat sederhana. Hanya dengan hatilah seseorang dapat
melihat sesuatu dengan benar; sesuatu yang esensial
adalah yang tidak terlihat oleh mata kita.”

(Dari “The little Prince", oleh Anotoine de Saint-Exuprey)


Semuanya bermula dari ketidak-adaan. Semua orang, termasuk Anda dan Saya, datang ke dunia ini dengan telanjang, tidak berdaya, dan tidak tahu apa-apa. Jadi, jika Anda memulai sebuah "proyek" baru – Anda sama seperti seorang bayi.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan melihat apa yang Anda miliki saat ini. Dalam dunia bisnis, mereka menyebutnya sebagai mempersiapkan “balance sheet” (neraca); sebuah laporan akhir tentang aset dan liabiliti Anda.

Contoh aset, dalam konteks balance sheet yang umum ketahui, adalah sebagai berikut;

- Uang tunai

- Surat berharga, dan surat investasi yang liquid

- Real Estate

- Mobil, peralatan, dan aset2 lain yang dapat dihitung

- Perabotan, Perhiasan, dan barang2 pribadi lainnya.



Contoh liabiliti, dalam konteks balance sheet yang umum ketahui, adalah sebagai berikut;

- Hutang

- Kewajiban

- Angsuran

- Pinjaman Bank
- Surat Janji Hutang


Ketika Anda mengurangkan Aset dengan Liabiliti Anda, maka Anda akan mendapatkan apa yang disebut dengan “Net Worth”. Jika Anda ingin menjadi seorang miliyuner, maka net-worth Anda harus setidaknya bernilai Rp 10 milyar!

Dengan memiliki neraca keuangan yang berdasarkan pengertian umum diatas, kita mendapatkan asumsi bahwa apa yang kita milikilah yang membuat kita menjadi sangat kaya.

Tapi banyak hal-hal esensial lainnya yang tidak dimasukkan pada pembuatan neraca tradisional tersebut. Kenyataannya adalah, aset-aset tak terlihatlah yang sesungguhnya merupakan sumber dari semua kekayaan yang kita miliki.

Sebagai contoh; bagaimana dengan ide dasar bisnis yang dimiliki? Bagaimana dengan keberanian Anda untuk memulai bisnis tersebut? Bagaimana dengan keberanian Anda untuk memulai menjalankan sebuah peluang usaha tertentu? Bagaimana dengan relasi2 Anda yang membantu Anda mewujudkan semua keinginan dan ide Anda? Bagaimana dengan kreatifitas, kesungguhan, sikap pantang menyerah, komitmen, dan pengetahuan Anda?

Hal-hal seperti disebutkan diatas, tidak tercantum pada neraca keuangan tradisional yang kita kenal, walaupun kenyataannya adalah; tanpa hal-hal tersebut diatas (sesuatu yang tidak terlihat), maka aset-aset terlihat tidak akan pernah ada! Anda tidak memiliki kekayaan, tapi Anda adalah kekayaan itu sendiri!

Prinsip ke-Delapan – Diri Anda adalah Kekayaan Anda

Sekarang, mari kita buat neraca kekayaan diri Anda yang sesungguhnya;

Internal Asset:

Kreatifitas, Imajinasi

Visi, Kemurahan Hati

Keberaniaan, Kesungguhan, Keteguhan, Integritas

Relasi, Data Base pelanggan

Keahlian Anda

Time Management



External Liability:

Amarah, Close and Small-Minded

Perfeksionis

Rasa Takut, Ragu-ragu

Reputasi yang buruk

Rasa Malas

Tidak dapat mengatur waktu dengan baik


Pada dasarnya, sebagai seorang pemula, hanya ada 3 hal dasar yang kita butuhkan; sebuah ide yang bagus, komitmen untuk melaksanakannya, dan relasi2 kita yang memiliki sumber daya yang kita butuhkan!

Sebaiknya, kita memiliki moto sebagai berikut;

“Setiap sumber daya yang Saya butuhkan (baik yang terlihat maupun tidak) dimiliki oleh seseorang saat ini. Bagaimana caranya Saya menemukan orang tersebut dan meyakinkan dia untuk bersedia memberikan sumber daya yang dimilikinya?”

Singkat kata; Perluaslah pergaulan Anda, siapa tahu, orang yang baru Anda kenal kemarin siang, adalah orang yang memiliki sumber daya yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan Anda!

Manfaatkan semua aset tak terlihat yang Anda miliki!

Tidak ada komentar:

Suara Anda

 "Gratis..!! daftarkan blog anda dan promosikan "/>
Kunjungan

Capunk Design | Elque 2007